saya sudah sering mendengar pertanyaan ini dari celoteh anak-anak saya sendiri. dengan bertambahnya umur mereka, satu-persatu mulai menganalisa kehidupannya, dan menemukan kenyataan bahwa orangtuanya menghendaki mereka untuk tak pernah berhenti belajar.
tapi di beberapa hari yang sesungguhnya cerah, saya mendapati orang-orang yang mempertanyakan
"sudah tua kok masih belajar, bu?"
"siapa yang nyuruh sih, bu, kok ngerepotin diri sendiri..kemana-mana bawa buku?"
lha...memangnya belajar dan baca buku itu hak dan kewajiban anak-anak sajakah ?
rasa heran dan tidakhabispikir itu membuat hari menjadi agak mendung (halahhh..)
------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
sejak remaja, saya pelan-pelan menyadari bahwa ada banyak hal yang seharusnya kita ketahui. makin tua, semua persoalan hidup makin membayang dekat, dan belajar-tentang apapun itu-mulai terasa sebagai tuntutan. suka tidak suka, mau tidak mau. "aku harus tahu".
saat kecil, apa yang dipelajari hanyalah apa yang ditugaskan di sekolah. jadi saya belajar, apa itu hukum phytagoras, beda monokotil dan dikotil, bagaimana cara berwudhu yang benar, hukum Hess dan laln-lain. hukumnya jelas : bila belajar dengan baik, nanti hasilnya adalah bisa menjawab soal saat ujian, bisa naik kelas, lulus UMPTN and so on.
masuk kuliah, pelajaran bertambah. bukan hanya tentang apa yang harus kau ketahui untuk menjadi seorang dokter, tapi juga mencakup bagaimana menyelesaikan cucianmu yang sudah menumpuk 2 hari setelah ditinggal jaga malam. plus, bagaimana bisa tetap makan enak di penghujung bulan, saat kiriman uang sudah menipis.
begitu menikah, jreeng..materi pengayaan pun bermunculan. bagaimana masak yang enak, berkomunikasi efektif dengan suami, manajemen pembantu, mengatur waktu bermain dengan anak saat tubuh sudah sangat kelelahan....
begitu punya anak, dunia "menyeramkan" yang sesungguhnya pun terbuka lebar. ada manusia-manusia yang menunggu untuk diurus baik-baik, diarahkan, diajarkan, dididik.. dan dijaga 24 jam sehari 7 hari seminggu..
saat-saat "seram" mulai bermunculan..
anak-anak bertanya, dan saya tidak tahu jawabannya.
anak-anak ingin melakukan sesuatu, yang saya sendiri bahkan tidak pernah berpikir untuk melakukannya.
ada banyak hal baik untuk anak-anak, katanya,..dan saya tidak tahu harus pilih yang mana.
ada banyak predator yang siap menunggu anak-anak saya, bagaimana saya harus melindungi mereka.
semua harga (apapun-biaya sekolah, kentang, emas, ongkos angkot, LPG...) berlomba-lomba naik melambung, meninggalkan saya yang terus memikirkan cara agar anak-anak tetap bisa makan dengan gizi lengkap-seimbang, main enak dan tidur nyenyak.
ada banyak sekali hal yang saya belum tahu..
saya tanya orang. ikut milis, buka buku, baca majalah-koran, bikin akun fesbuk, duduk di pengajian-seminar-apapun lah yang ada nara sumbernya.
akhirnya saya paham.
bahwa belajar dan terus belajar adalah cara untuk bertahan hidup.
belajar adalah kebutuhan. belajar itu sama dengan bernafas.
belajar adalah hidup itu sendiri.
di titik mana saya nanti berhenti belajar, di titik itulah saya berhenti hidup.
saya belajar dari orang lain, dari buku, dari koran, dari internet...dari mana saja.
seperti yang dikatakan salah dua inspirator saya, mas aar dan mbak lala : belajar di mana saja, kapan saja, dan dari mana saja..(salah kutip nggak,ya ?)
belajar adalah keniscayaan.
dokter yang berhenti belajar, akan tersingkir.
guru yang berhenti belajar, akan ditertawakan.
pemimpin yang berhenti belajar, akan menyengsarakan.
orang tua yang berhenti belajar, akan menjerumuskan.
belajar itu penting.
karena itulah para pembelajar dimuliakan Tuhan.
------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
"mengapa aku harus belajar terus, mi?" fatih bertanya sambil membawa buku matematikanya tadi malam. dia sudah selesai mengerjakan 20 soal di bab 1. bab itu bahkan baru akan dibahas besok pagi oleh gurunya. saya tahu, dia bertanya hanya karena butuh penguat tekad.
saya menutup jurnal yang sedang saya baca.
malam sudah larut.
"belajar adalah jalan hidup orang-orang mulia, nak..di jaman dahulu ada seorang..."
------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
Tidak ada komentar:
Posting Komentar